"TEKNOLOGI ADALAH KARYA TERBESAR YANG KITA HADIAHKAN BAGI GENERASI MENDATANG"

Senin, 21 Maret 2011

HUT KE- 35 INFOLAHTADAM IX/ UDAYANA TGL 8 MARET 2011

Infolahtadam IX/ Udayana memperingati Hut ke- 35 Nya, yang jatuh tanggal 8 Maret 2011, acara puncaknya dilaksanakan Di Nusa Dua Beach hari Minggu tanggal 13 Maret 2011, sebagai pimpinan acara adalah Ka Infolahtadam IX/ Udayana Bapak Letnan Kolonel Caj. Benny Y. Pasaka, S.Ap, M.Sc, diikuti oleh seluruh anggota Infolahta dan Keluarganya, diawali dengan jalan santai, permainan anak- anak, volley pantai oleh Bapak- bapaknya, dan semuanya disediakan hadiah, serta door prize untuk memeriahkan acara tersebut. (minggu, 13/3).

Acara puncak ada pemotongan tumpeng 0leh Ka Infolahta dan diberikan Kepada Perwira yang tertua. Juga ada pemotongan kue Ulang Tahun dan diberikan Kepada anggota Infolahta yang termuda. Dalam acara tersebut pada intinya Ka Infolahta menekankan, agar kita dapat mengambil hikmah dan mengevaluasi tugas- tugas dan tanggungjawab kita setahun yang telah lewat, kekurangannya kita perbaiki dan kinerja kita tingkatkan sehingga mencapai sasaran dan tujuan yang diinginkan Komando atas, dan untuk tahun- tahun berikutnya kinerja kita harus terus meningkat sesuai job cription masing- masing.


Peringatan Hut ke- 35 Infolahta ada beberapa rangkaian kegiatan yang dilaksanakan sebelumnya seperti, Karya Bhakti TNI bertempat di Br. Pande Abiansemal Badung dilaksanaka tanggal 25 Februari 2011, dengan kegiatan, kerja bhakti di Pura Pasek, Pura Batur, dan Pura sadha, jumlah personil anggota Infolahta dan Kerama Banjar setempa yang hadir lebih kurang 70 Orang. Diawali sambutan dari Bendesa Adat setempat yang sangat familier dipandang tepat sekali kehadiran kita karena sedang berlangsung perbaikan Pura, kemudian Ka Infolahtadam IX/ Udayana Bapak Letkol Benny, menyampaikan pesan dan kesan- kesannya yang sangat menyenangkan masyarakat setempat, disambut oleh semuanya dengan suka cita dan penuh kegembiraan. Di akhir pesan- pesan dan kesan- kesannya Ka Infolahtadam IX/ Udayana memberikan dana Punya untuk tambahan perbaikan Pura tersebut, berupa Uang Rp 1000.000,-(satu juta rupiah).


Pada tanggal 9 Maret 2011, melaksanakan donor darah di ruang Wartawan Makodam IX/ Udayana, pendonor adalah para anggota Infolahtadam dan anggota dari Satuan lainnya yang berada di Makodam IX/ Udayana dengan jumlah pendonor 43 Orang.


Demikianlah rangkaian kegiatan Hut ke- 35 Infolahta di Kodam IX/ Udayana. (iwp/ks.duklahta/1303).


"DIRGAHAYU INFOLAHTA TNI- AD".

Rabu, 23 Februari 2011

ACARA PENGAMBILAN SUMPAH PNS INFOLAHTADAM IX/ UDAYANA




Kepala Infolahtadam IX/ Udayana mengambil sumpah Pns Infolahtadam IX/ Udayana, dalam Acara pengambilan sumpah yang dihadiri oleh para anggota Infolahta, di Aula Komputer Infolahtadam IX/ Udayana. (Rabu,12/1).
Pns yang diambil sumpahnya hanya satu orang yaitu Pns I Made Krisna Adi, A.Md. di sumpah secara Agama Hindu, sebagai Rohaniawan adalah Drs. I Wayan Sukaya dari Bintaldam IX/ Udayana. Pns Krisna merupakan anggota Infolahta yang baru dan telah di angkat 100% menjadi Pns TNI- AD, Pns Krisna adalah Ahli Madya Komputer, dan kini masih melanjutkan kuliah sore untuk menyelesaikan S1 (Sarjana Komputer).
Kepala Infolahtadam IX/ Udayana dalam Amanatnya menyatakan :Penyumpahan ini adalah sangat penting, agar kita dapat melaksanakan tugas dan tanggungjawab dengan baik dan benar sesuai dengan jabatan yang diembannya masing- masing. Penyumpahan ini adalah janji yang diucapkan Kepada Tuhan, dan bila dilanggar akan mendapatkan sanksi baik dunia maupun akhirat, oleh karena itu kita harus ingat sumpah itu, dan jangan coba- coba untuk melanggarnya, kalau kita mau selamat dan sukses sebagai Pegawai Negeri. Kepada kita semua yang sudah pernah di Sumpah harus ingat- ingat Sumpah tersebut, dan jangan melanggarnya, apabila kita mau sukses dan selamat.
Dalam Sumpah tersebut adalah kita berjanji setya Kepada Pancasila dan UUD 1945, kita harus setya, jujur berpegang teguh pada prinsip- prinsip kebenaran berjiwa kesatrya dengan prinsip bagaimana tetap tegaknya NKRI.
dalam kesempatan ini Kepala Infolahtadam IX/ Udayana mengucapkan selamat Kepada Pns I Made Krisna Adi, A.Md atas diangkatnya menjadi Pns TNI- AD, "Semoga sukses dan selamat", Kepada semua anggota Infolahta agar dapat lebih meningkatkan tugas dan kewajibannya masing- masing,"Semoga Tuhan memberkati"Amin...
Bersamaan ini deserahkan pula Piagam Penghargaan dari Kainfolahtadam IX/ Udayana Kepada Pns Dion Ndapadi dan Pns Krisna, sebagai anggota team Lomba Profesi Program Koperasi tingkat TNI- AD (juara harapan I).
Acara selesai diakhiri dengan pemberian ucapan Selamat dari semua anggota Infolahtadam IX/ Udayana. (iwp/ks.duklahta/1201).

INFOLAHTADAM IX/ UDAYANA MENDAPAT JUARA HARAPAN I (SATU) LOMBA PROFESI SETINGKAT ANGKATAN DARAT



Komandan Korem 163/ Wirasatya, Kolonel Infanteri Jacob Djoko Sarosa, mewakili Pangdam IX/ Udayana, sebagai insfektur upacara Hari juang Kartika Tahun 2010, di lapangan Praja Raksaka Kepaon, Denpasar Bali, sebagai peserta upacara adalah segenap anggota Militer maupun Sipil Kodam IX/ Udayana, Rabu (15/12).
Upacara ini bertujuan untuk mengenang perjuangan Panglima Besar Jenderal Sudirman, dalam Palagan Ambarawa, karena dalam perjuangan tersebut banyak mengandung nilai- nilai kejuangan, yang selanjutnya menghantarkan kepada kemerdekaan Indonesia. Yang perlu kita jadikan pedoman untuk mengisi kemerdekaan ini. Hari Juang Kartika tahun 2010, mengambil thema: "TNI Angkatan Darat Bersama Segenap Komponen Bangsa, Siap Membantu Dan Mengatasi Kesulitan Rakyat". Ini artinya kita harus terus memantapkan persatuan dan kesatuan kita sebagai bangsa Indonesia, walaupun berbeda-beda tetapi tetap satu.
Dalam rangkaian Upacara tersebut, diserahkan juara Lomba Profesi tingkat TNI- Angkatan Darat Tahun 2010, Infolahtadam IX/ Udayana, mendapat juara harapan I. Hasil karya Infolahtadam IX/ Udayana yang mendapat juara tersebut adalah membuat Program Koperasi.
Rangkaian Upacara Hari Juang Kartika Tahun 2010, di Kodam IX/ Udayana, diakhiri dengan pelepasan Peleton Beranting (Tonting) dari Kompi B Yonif 900 Raider. (iwp/ks.duklahta/1512).

PENGARAHAN SESDISINFOLAHTA ANGKATAN DARAT KEPADA PARA PERSONIL INFOLAHTADAM IX/ UDAYANA




Ibu Kolonel Cku (K) Ganawati (Sesdisinfolahta Angkatan Darat), dalam tugas Dinasnya Di Kodam IX/ Udayana, memberikan pengarahan kepada semua personil Infolahta di Ruang Komputer Infolahtadam IX/ Udayana. Pada Kamis (23/12).
Ka Infolahtadam IX/ Udayana (Bapak Letnan Kolonel Caj Benny Y. Pasaka, S.Ap, MSc), dalam sambutannya menyatakan, banyak kemajuan yang dicapai oleh Infolahtadam IX/ Udayana selama ini, diantaranya masing- masing personil dapat melaksanakan tugasnya dengan baik, laporan berjalan lancar, Infolahta sudah dapat mendisain Web, sekarang masing- masing Satuan Jajaran Kodam IX/ Udayana Sudah mempunyai Web atau Blog. jadi apabila teknologi ini benar- benar diberdayakan Para personil akan bisa mengikuti perkembangan situasi dan kondisi selanjutnya sejalan dengan kemajuan Informasi,Tennologi, dan Komunikasi. Disamping kemajuan itu Infolahtadam IX/ Udayana sudah tentu masih ada juga beberapa hambatan yang ditemukan, seperti, personil sebagian besar non PDE, personil- personil yang memiliki kwalifikasi Program atau Analis malahan diambil oleh Satuan lain, dan masih banyak Satuan- satuan tidak mengisi/ menulis kegiatan- kegiatannya di Web atau Blognya, padahal para operatornya sudah diajari dan dikirimi soft copynya.
Selanjutnya Sesdisinfolahta Angkatan Darat, dalam pengarahannya menyampaikan, mengingat keadaan personil Infolahta tidak banyak mimiliki kwalifikasi PDE, para personil yang dididik ke Infolahtaan, tidak cukup dalam pendidikan itu saja, masing- masing harus mau belajar mengikuti perkembangan IT ini, bisa dengan buku- buku, buka internet, atau bertanya kepada yang sudah tahu di Kantor, atasan, teman atau bawahan, ini sudah tentu dituntut keiklasan dan kemauan masing- masing, inilah caranya bila kita tidak mau ditinggalkan oleh perkembangan Teknologi dan Informasi. Tentang masih banyaknya Satuan- satuan tidak menulis kegiatannya di Blognya atau Webnya, kemampuan masing- masing orang memang tidak sama mungkin ada yang belum mengerti, setengah tahu, atau ada yang sudah mahir. oleh karena itu harus terus menerus ditanamkan keingin tahuan supaya menjadi tahu atau mahir. Sesdis juga menyampaikan sekarang data personil atau Ins-2/ Kasad antara Dirkuad, Slogad, dan Disinfolahtad, bisa ada perbedaan, itu terjadi karena sekarang pengelolaan gaji langsung ke juru bayar masing- masing, bila data dikelola dengan program XL dan terlalu banyak data akan terjadi error. Oleh karena itu data Ins-2/ Kasad agar dikelola terpusat, data Pers oleh Spers, data material oleh Slog, dan Infolahta mengolah data- data tersebut menjadi pusat data. Oleh karena itu Para personil Infolahta harus siap kembali ke Laptop bila sudah di deal dari atas.
Selanjutnya setelah beberapa tanya jawab, acara pengarahan diakhiri dengan laporan kepada Sesdis oleh perwira yang ditunjuk. (iwp/ks.duklahta/2312).

PERAN KELUARGA DALAM MENDUKUNG TUGAS POKOK TNI- AD



Para personil Infolahtadam IX/ Udayana dan keluarganya berjumlah 48 Orang, mendapatkan Penyuluhan Hukum, di ruang Wartawan Pendam IX/ Udayana, dengan judul, "PERAN KELUARGA DALAM RANGKA MENDUKUNG TUGAS POKOK TNI- AD". Sebagai penceramah, Kapten Chk Luter Tarigan, SH (Kumdam IX/ Udayana) pada Kamis (18/11).
Keluarga di dalam Rumah Tangga Seorang anggota TNI- AD, secara garis besar terdiri dari :Suami, isteri, dan anak. Suami sebagai kepala Rumah Tangga harus mampu menyelamatkan keluarganya sesuai dengan Undang- undang Perkawinan No. 1 th 1974, yaitu ikatan lahir bathin antara seorang laki- laki dengan seorang perempuan untuk melahirkan keturunan serta keluarga yang bahagia sejahtera, berdasarkan kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Cita- cita/ tujuan ini akan tercapai apabila masing- masing baik suami/ isteri, melaksanakan tugas/ kewajibannya sesuai peran yang diarahkan oleh Undang- undang tersebut, serta petunjuk Agama yang dianutnya.
Seorang isteri adalah seorang perempuan yang mempunyai kodrat M.5, yaitu :Mentruasi, mengandung, melahirkan, menyusui, dan menopause. Dengan keadaan ini seorang suami harus menyadari, tidak mau menang sendiri, seorang suami yang baik harus mampu mengendalikan diri, sabar tidak memaksakan kehendak, bila isterinya dilanda kodrat M.5 tersebut. Bila ini bisa dilaksanakan oleh seorang suami, isterinya pasti merasa terlindungi, dan akan berfikir suaminyalah yang terbaik diantara laki- laki lainnya. Dengan demikian akan sangat mendukung pelaksanaan Tugas Pokok TNI- AD. Sedangkan keturunan/ anak, dalam suami/ isteri harus dibina dengan benar sesuai dengan tahapan- tahapannya. Dengan demikian anak pasti tumbuh sesuai dengan harapan orang tuanya, masyarakat, Bangsa dan Negara.
Selanjutanya jangan sampai terjadi kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Menurut Undang- undang No. 23 tahun 2004, tentang KDRT, adalah : Setiap perbuatan terhadap sseorang terutama perempuan, berakibat timbulnya kesengsaraan atau penderitaan secara pisik, psikologis, seksual dan/ atau penelantaran ancaman perbuatan pemaksaan atau perampasan kemerdekaan secara melawan Hukum. Karena itu Undang- undang No. 23 tahun 2004 keluar, bertujuan untuk :Mencegah kekerasan, melindungi korban, menindak pelaku, dan memelihara keutuhan Rumah Tangga atau keluarga.
Yang diaksusd korban kekerasan dalam rumah tangga adalah orang yang mengalami kekerasan dan /atau ancaman kekerasan dalam Rumah Tangga.
Sedangkan azas penghapus kekerasan dalam Rumah Tangga, adalah untuk menghormati HAM, menciptakan keadilan dan kesetaraan gender, non diskriminasi, dan melindungi korban.
selanjutnya penghapusan kekerasan dalam Rumah Tangga dengan tujuan : Mencegah segala bentuk kekerasan dalam Rumah Tangga, melindungi korban kekerasan dalam Rumah Tangga, menindak pelaku kekerasan dalam Rumah Tangga, dan memelihara keutuhan dalam Rumah Tangga yang harmonis dan sejahtera.
Yang termasuk lingkup dalam Rumah Tangga adalah :Suami, isteri, anak (termasuk anak angkat dan anak tiri), orang- orang yang mempunyai hubungan keluarga dengan suami, isteri, dan anak karena hubungan darah, perkawinan yang menetap dalam Rumah Tangga, dan orang bekerja membantu Rumah Tangga dan menetap dalam Rumah Tangga tersebut.
Bentuk- bentuk kekerasan dalam Rumah Tangga :Setiap orang dilarang melakukan kekerasan dalam Rumah Tangga terhadap orang dalam lingkup Rumah Tangganya dengan cara :Kekerasan pisik, perbuatan yang mengakibatkan rasa sakit, jatuh sakit, atau luka berat. Kekerasan Psikis, perbuatan yang mengakibatkan ketakutan, hilangnya rasa percaya diri, hilangnya kemampuan untuk bertindak, rasa tidak berdaya dan/ atau penderitaan psikis berat pada seseorang. Kekerasan seksual, adalah perbuatan hubungan seksual (dengan cara yang tidak wajar atau tidak disukai), terhadap orang yang menetap dalam lingkup Rumah Tangga, pemaksaan hubungan seksual terhadap salah seorang dalam lingkup Rumag Tangganya dengan orang lain dengan tujuan komersial dan/ atau tujuan tertentu. Penelantaran Rumah Tangga, setiap perbuatan menelantarkan orang dalam lingkup Rumah Tangganya padahal menurut Hukum yang berlaku baginya, atau karena persetujuan, atau perjanjian ia wajib memberikan kehidupan perawatan, atau pemeliharaan kepada orang tersebut. Berlaku juga setiap orang yang mengakibatkan ketergantungan ekonomi dengan cara membatasi dan/ atau melarang untuk bekerja yang layak didalam atau diluar rumah, sehingga korban dibawah orang tersebut. Ketentuan pidananya bagi yang menelantarkan seseorang adalah, pidana penjara paling lama 3 tahun atau denda Rp 15.000.000,00 (lima belas juta rupiah).
Untuk kejahatan pisik atau psikis ringan serta kekerasan seksual yang terjadi dalam lingkup
suami/ isteri, berlaku delik aduan.
Karena itu Masyarakat berkewajiban :Bila setiap orang mendengar, melihat, atau mengetahui terjadinya kekerasan dalam Rumah tangga wajib melakukan upaya- upaya sesuai dengan batas kemampuannya :mencegah berlangsungnya tindak pidana, memberikan perlindungan kepada korban, memberikan pertolongan darurat, membantu proses pengajuan permohonan penetapan perlindungan, mencegah berlangsungnya tindak pidana, memberikan perlindungan kepada korban, memberikan pertolongan darurat, dan membantu proses permohonan penetapan perlindungan.
Sedangkan pemerintah bertanggungjawab dalam upaya mencegah kekerasan dalam Rumah Tangga, misalnya merumuskan kebijakan tentang penghapusan KDRT, dan lain- lainnya.
Akhirnya untuk memelihara keutuhan dalam Rumah Tangga, yang selanjunya akan mendukung tugas pokok TNI- AD, Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) harus dihindari,
dengan cara :Hubungan Intim, antara suami dengan isteri harus memuaskan kedua belah fihak, adanya waktu luang, untuk melepas rindu dan kasih sayang dengan suam/isteri dan keluarga, keuangan/ ekonomi, harus di manage (diatur) dengan tepat, baik, dan benar sehingga tidak menjadi minus dihadapkan dengan penghasilan /gaji tiap bulan, menerima apa adanya kekurangan masing- masing baik suami maupun isteri, masing- masing harus berpikir isterinyalah atau suaminyalah yang terbaik, karena itu sudah menjadi pilihan anda, yang penting dalam Rumah Tangga/ keluarga bersangkutan ada dan tumbuh rasa cinta kasih, karena cinta kasih itu sesungguhnya inti kebahagiaan dan keutuhan Rumah Tangga itu. (iwp/ks.duklahta/1811).

LOYALITAS DIKAITKAN DENGAN PROFESIONALISME





Para anggota/ Personil Infolahtadam IX/ Udayana mendapatkan ceramah Pembinaan Mental di Ruang mesim komputer, dengan topik "LOYALITAS DIKAITKAN DENGAN PROFESIONALISME", Sebagai penceramah adalah Mayor Caj Drs. I Wayan Suka Ardhanayasa (Kasi Bina Talid Bintaldam IX/ Udayana), pada Selasa (19/10).
Dalam ceramahnya Mayor Wayan Suka Ardhanayasa dan dihadiri pula oleh Ka InfolahtadamIX/ Udayana, pada dasarnya Pembinaan Mental dibagi menjadi tiga :Pertama, Pembinaan Mental Rohani, ini menyangkut hubungan Manusia dengan Tuhan sesuai dengan Agama yang dianut masing- masing, dan di dalam agama- agama tersebut ada ajaran keimana, Islam desebut Rukun Iman, Hindu Panca Sraddha, demikian juga kristen, Buddha masing- masing memiliki ajaran keimanan, yang merupakan landasan dari agama- agama tersebut, dan kita sebagai penganutnya wajib mengerti, memahami, dan melaksanakannya dengan benar dalam kehidupan sehari- hari, serta tidak salah tafsir yang akan mengarah kepada prilaku yang ekstrim, karena semua prilaku ekstrim baik ekstrim kiri maupun ekstrim kanan sama sangat berbahayanya dalam kehidupang ber Bangsa dan ber Negara dalam Negara yang bhineka ini. Peribadatan, kita sebagai penganut Agama sudah tentu memiliki tempat peribadatan, sebagai makhluk religius sudah tentu beribadah sesuai petunjuk Agama masing- masing. Dalam kenyataanya kita lihat dalam kehidupan sehari- hari ada Orang yang luar biasa rajinnya beribadat tetapi dalam hubungan antar manusia dan lingkungannya banyak yang mengecewakan Masyarakat maupun orang lain, menganggap diri paling benar, menyepelekan yang lain dan sampai menapsirkan ajaran agama orang lain sesuai dengan tafsirannya sendiri tanpa mengetahui secara pasti dasarnya sudah menyimpulkan, nah prilaku- prilaku inilah yang akan meretakan hubungan antar manusia. Padahal agama adalah Suci, menuntun manusia kearah kejujuran, kebenaran, keadilan, belaskasihan,cinta kasih, bermuka manis tidak sadis, dan menyelamatkan jagad raya ini beserta isinya. jadi sebagai manusia religius taat beribadah harus direalisasikan dalam prilaku hubungan antar manusia dan lingkungan. Akhlak Moral, setiap orang dalam kehidupan bermasyarakat, ber Bangsa dan ber Negara harus memiliki akhlak moral yang baik dan benar dan mampu menjadi panutan , apabila dikaitkan dengan kehidupan dalam dinas maupun diluar dinas, tidak melakukan pelanggaran- pelanggaran tidak menentang norma- norma adat kesopanan dan aturan- aturan dinas, dengan demikian kita disebut memiliki akhlak moral yang baik, dan dengan demikian kemanapun, dimanapun kita berada pasti kita akan senang dan selamat. Kedua, Pembinaan Mental Idiologi, Sebagai warga Negara kita diikat oleh idiologi Negara yaitu Pancasila dan Undang- Undang Dasar 1945, dalam kehidupan TNI dijabarkan menjadi Sapta Marga, Sumpah Prajurit, Delapan Walib TNI dan lain- lain, dan ini harus kita laksanakan dalam kehdupan sehari- hari, sehingga kesetiaan dan tetap tegaknya NKRI tetap terjaga. Ketiga, Pembinaan Mental Kejuangan, Untuk mewujudkan ini setiap 0rang harus memiliki :Etos kerja, artinya aturan- aturan setiap kita akan melakukan tindakan atau pekerjaan, dalam kaitannya dengan kejuangan, apa yang menjadi tujuan perjuangan, tersebut dalam hal ini adalah mempertahankan Negara ini, dan mengisinya agar terwujud tujuan Negara dan kita menjadi bagian didalamnya.Keperwiraan,semua orang harus memiliki jiwa Keperwiraan, karena perwira disini artinya jujur, benar, berkeadilan, setia, pantang menyerah dan loyalitas, apabila ini benar- benar dilaksanakan dalam kehidupan sehari- hari kita akan memiliki mental kejuangan yang mantap. Militansi, artinya militansi yang sesuai dengan aturan, tidak asal berbuat atau bertindak. Militansi dikaitkan dengan mental Kejuangan mengandung keuletan, ketangguhan, pantang menyerah, dan patriotisme.
Kita sebagai aparat Pemerintah juga bermasyarakat, didalam dinas dituntut loyalitas, baik keatas, kebawah, dan kesamping. Loyalitas ini adalah ketanggap segeraan terhadadap penyelesaian tugas dan tanggungjawab yang dibebankan Satuan atau atasan, disinilah kita dituntut profesionalisme kita masing- masing dalam menyelesaikan tugas dan tanggungjawab tersebut. Profesionalisme berarti kita harus memiliki keahlian (ekspertisi), tanggungjawab (responsibility), kerja sama dengan yang lainnya /hubungan Staf dan Komando (korporasi). Demikian juga dalam kehidupan di Masyarakat kita harus loyal tidak menjadi pendongkel, kita harus mampu menjadi panutan yang baik dengan sesama dan lingkungan, karena citra baik atau buruk di dalam bermasyarakat, akan bisa mempengaruhi Satuan.
Akhirnya untuk menjadi loyal dan profesionalisme kita harus memiliki :kemampuan (abillity), yang di dalamnya terdiri dari :sikap mental (attitude), pengetahuan (knowladge), dan keahlian (skill). (iwp/ks.duklahta/1910).

LATIHAN WEB SITE DESIGN (BAG.2)




Para operator Infolahta dan, Pendam IX/Udayana, melaksanakan Latihan Web Site Design lanjutan (bag.2) jumlah peserta 10 orang, sebagai pemberi latihan adalah Bapak Made Suiadnyana,S.Kom, pada hari selasa- rabu (13- 14/7).
Latihan pada saat ini adalah, "Mendesign Template Sebuah Web", Sofware yang digunakan adalah :Photo shop (mendesign grafik, dan photo), Dreamweaver(mendesign layout atau tata letak, halaman web), dan swish (membuat animasi).
Untuk mendesign tampilan photo, kita dapat menggunakan photo shop. Pertama- tama kita tentukan dulu ukuran tampilan photo misalnya: 900x 200 dengan resolusi 75. Kemudian kita edit photo yang kita kehendaki, bisa juga ditambahkan teks (tulisan), selanjutnya kita simpan.
Langkah selanjutnya kita buat animasi menggunakan Swish, baik gambar/ photo ataupun tulisan dan bisa kita bikin animasi sesuai dengan keinginan kita, setelah selesai kita simpan.
Selanjutnya kita buka dreamweaver, tentukan jumlah baris dan kolom yang kita kehendaki, disini kita masukkan photo, tulisan yang telah kita buat tadi, begitu juga animasi yang telah kita simpan di dalam template tadi. Untuk selanjutnya link masing- masing pokok judul, yang sebelumnya harus kita buat template masing- masing halaman misalnya: Profile, visi dan misi, santiaji dan lain- lain, setelah itu baru kita bisa menghubungkan link kebagian masing- masing, setelah selesai kita simpan, dan dapat kita melihat hasilnya dengan menekan tombol F12. (iwp/ks.duklahta/13-1407).