"TEKNOLOGI ADALAH KARYA TERBESAR YANG KITA HADIAHKAN BAGI GENERASI MENDATANG"

Rabu, 23 Februari 2011

PENGARAHAN SESDISINFOLAHTA ANGKATAN DARAT KEPADA PARA PERSONIL INFOLAHTADAM IX/ UDAYANA




Ibu Kolonel Cku (K) Ganawati (Sesdisinfolahta Angkatan Darat), dalam tugas Dinasnya Di Kodam IX/ Udayana, memberikan pengarahan kepada semua personil Infolahta di Ruang Komputer Infolahtadam IX/ Udayana. Pada Kamis (23/12).
Ka Infolahtadam IX/ Udayana (Bapak Letnan Kolonel Caj Benny Y. Pasaka, S.Ap, MSc), dalam sambutannya menyatakan, banyak kemajuan yang dicapai oleh Infolahtadam IX/ Udayana selama ini, diantaranya masing- masing personil dapat melaksanakan tugasnya dengan baik, laporan berjalan lancar, Infolahta sudah dapat mendisain Web, sekarang masing- masing Satuan Jajaran Kodam IX/ Udayana Sudah mempunyai Web atau Blog. jadi apabila teknologi ini benar- benar diberdayakan Para personil akan bisa mengikuti perkembangan situasi dan kondisi selanjutnya sejalan dengan kemajuan Informasi,Tennologi, dan Komunikasi. Disamping kemajuan itu Infolahtadam IX/ Udayana sudah tentu masih ada juga beberapa hambatan yang ditemukan, seperti, personil sebagian besar non PDE, personil- personil yang memiliki kwalifikasi Program atau Analis malahan diambil oleh Satuan lain, dan masih banyak Satuan- satuan tidak mengisi/ menulis kegiatan- kegiatannya di Web atau Blognya, padahal para operatornya sudah diajari dan dikirimi soft copynya.
Selanjutnya Sesdisinfolahta Angkatan Darat, dalam pengarahannya menyampaikan, mengingat keadaan personil Infolahta tidak banyak mimiliki kwalifikasi PDE, para personil yang dididik ke Infolahtaan, tidak cukup dalam pendidikan itu saja, masing- masing harus mau belajar mengikuti perkembangan IT ini, bisa dengan buku- buku, buka internet, atau bertanya kepada yang sudah tahu di Kantor, atasan, teman atau bawahan, ini sudah tentu dituntut keiklasan dan kemauan masing- masing, inilah caranya bila kita tidak mau ditinggalkan oleh perkembangan Teknologi dan Informasi. Tentang masih banyaknya Satuan- satuan tidak menulis kegiatannya di Blognya atau Webnya, kemampuan masing- masing orang memang tidak sama mungkin ada yang belum mengerti, setengah tahu, atau ada yang sudah mahir. oleh karena itu harus terus menerus ditanamkan keingin tahuan supaya menjadi tahu atau mahir. Sesdis juga menyampaikan sekarang data personil atau Ins-2/ Kasad antara Dirkuad, Slogad, dan Disinfolahtad, bisa ada perbedaan, itu terjadi karena sekarang pengelolaan gaji langsung ke juru bayar masing- masing, bila data dikelola dengan program XL dan terlalu banyak data akan terjadi error. Oleh karena itu data Ins-2/ Kasad agar dikelola terpusat, data Pers oleh Spers, data material oleh Slog, dan Infolahta mengolah data- data tersebut menjadi pusat data. Oleh karena itu Para personil Infolahta harus siap kembali ke Laptop bila sudah di deal dari atas.
Selanjutnya setelah beberapa tanya jawab, acara pengarahan diakhiri dengan laporan kepada Sesdis oleh perwira yang ditunjuk. (iwp/ks.duklahta/2312).

PERAN KELUARGA DALAM MENDUKUNG TUGAS POKOK TNI- AD



Para personil Infolahtadam IX/ Udayana dan keluarganya berjumlah 48 Orang, mendapatkan Penyuluhan Hukum, di ruang Wartawan Pendam IX/ Udayana, dengan judul, "PERAN KELUARGA DALAM RANGKA MENDUKUNG TUGAS POKOK TNI- AD". Sebagai penceramah, Kapten Chk Luter Tarigan, SH (Kumdam IX/ Udayana) pada Kamis (18/11).
Keluarga di dalam Rumah Tangga Seorang anggota TNI- AD, secara garis besar terdiri dari :Suami, isteri, dan anak. Suami sebagai kepala Rumah Tangga harus mampu menyelamatkan keluarganya sesuai dengan Undang- undang Perkawinan No. 1 th 1974, yaitu ikatan lahir bathin antara seorang laki- laki dengan seorang perempuan untuk melahirkan keturunan serta keluarga yang bahagia sejahtera, berdasarkan kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Cita- cita/ tujuan ini akan tercapai apabila masing- masing baik suami/ isteri, melaksanakan tugas/ kewajibannya sesuai peran yang diarahkan oleh Undang- undang tersebut, serta petunjuk Agama yang dianutnya.
Seorang isteri adalah seorang perempuan yang mempunyai kodrat M.5, yaitu :Mentruasi, mengandung, melahirkan, menyusui, dan menopause. Dengan keadaan ini seorang suami harus menyadari, tidak mau menang sendiri, seorang suami yang baik harus mampu mengendalikan diri, sabar tidak memaksakan kehendak, bila isterinya dilanda kodrat M.5 tersebut. Bila ini bisa dilaksanakan oleh seorang suami, isterinya pasti merasa terlindungi, dan akan berfikir suaminyalah yang terbaik diantara laki- laki lainnya. Dengan demikian akan sangat mendukung pelaksanaan Tugas Pokok TNI- AD. Sedangkan keturunan/ anak, dalam suami/ isteri harus dibina dengan benar sesuai dengan tahapan- tahapannya. Dengan demikian anak pasti tumbuh sesuai dengan harapan orang tuanya, masyarakat, Bangsa dan Negara.
Selanjutanya jangan sampai terjadi kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Menurut Undang- undang No. 23 tahun 2004, tentang KDRT, adalah : Setiap perbuatan terhadap sseorang terutama perempuan, berakibat timbulnya kesengsaraan atau penderitaan secara pisik, psikologis, seksual dan/ atau penelantaran ancaman perbuatan pemaksaan atau perampasan kemerdekaan secara melawan Hukum. Karena itu Undang- undang No. 23 tahun 2004 keluar, bertujuan untuk :Mencegah kekerasan, melindungi korban, menindak pelaku, dan memelihara keutuhan Rumah Tangga atau keluarga.
Yang diaksusd korban kekerasan dalam rumah tangga adalah orang yang mengalami kekerasan dan /atau ancaman kekerasan dalam Rumah Tangga.
Sedangkan azas penghapus kekerasan dalam Rumah Tangga, adalah untuk menghormati HAM, menciptakan keadilan dan kesetaraan gender, non diskriminasi, dan melindungi korban.
selanjutnya penghapusan kekerasan dalam Rumah Tangga dengan tujuan : Mencegah segala bentuk kekerasan dalam Rumah Tangga, melindungi korban kekerasan dalam Rumah Tangga, menindak pelaku kekerasan dalam Rumah Tangga, dan memelihara keutuhan dalam Rumah Tangga yang harmonis dan sejahtera.
Yang termasuk lingkup dalam Rumah Tangga adalah :Suami, isteri, anak (termasuk anak angkat dan anak tiri), orang- orang yang mempunyai hubungan keluarga dengan suami, isteri, dan anak karena hubungan darah, perkawinan yang menetap dalam Rumah Tangga, dan orang bekerja membantu Rumah Tangga dan menetap dalam Rumah Tangga tersebut.
Bentuk- bentuk kekerasan dalam Rumah Tangga :Setiap orang dilarang melakukan kekerasan dalam Rumah Tangga terhadap orang dalam lingkup Rumah Tangganya dengan cara :Kekerasan pisik, perbuatan yang mengakibatkan rasa sakit, jatuh sakit, atau luka berat. Kekerasan Psikis, perbuatan yang mengakibatkan ketakutan, hilangnya rasa percaya diri, hilangnya kemampuan untuk bertindak, rasa tidak berdaya dan/ atau penderitaan psikis berat pada seseorang. Kekerasan seksual, adalah perbuatan hubungan seksual (dengan cara yang tidak wajar atau tidak disukai), terhadap orang yang menetap dalam lingkup Rumah Tangga, pemaksaan hubungan seksual terhadap salah seorang dalam lingkup Rumag Tangganya dengan orang lain dengan tujuan komersial dan/ atau tujuan tertentu. Penelantaran Rumah Tangga, setiap perbuatan menelantarkan orang dalam lingkup Rumah Tangganya padahal menurut Hukum yang berlaku baginya, atau karena persetujuan, atau perjanjian ia wajib memberikan kehidupan perawatan, atau pemeliharaan kepada orang tersebut. Berlaku juga setiap orang yang mengakibatkan ketergantungan ekonomi dengan cara membatasi dan/ atau melarang untuk bekerja yang layak didalam atau diluar rumah, sehingga korban dibawah orang tersebut. Ketentuan pidananya bagi yang menelantarkan seseorang adalah, pidana penjara paling lama 3 tahun atau denda Rp 15.000.000,00 (lima belas juta rupiah).
Untuk kejahatan pisik atau psikis ringan serta kekerasan seksual yang terjadi dalam lingkup
suami/ isteri, berlaku delik aduan.
Karena itu Masyarakat berkewajiban :Bila setiap orang mendengar, melihat, atau mengetahui terjadinya kekerasan dalam Rumah tangga wajib melakukan upaya- upaya sesuai dengan batas kemampuannya :mencegah berlangsungnya tindak pidana, memberikan perlindungan kepada korban, memberikan pertolongan darurat, membantu proses pengajuan permohonan penetapan perlindungan, mencegah berlangsungnya tindak pidana, memberikan perlindungan kepada korban, memberikan pertolongan darurat, dan membantu proses permohonan penetapan perlindungan.
Sedangkan pemerintah bertanggungjawab dalam upaya mencegah kekerasan dalam Rumah Tangga, misalnya merumuskan kebijakan tentang penghapusan KDRT, dan lain- lainnya.
Akhirnya untuk memelihara keutuhan dalam Rumah Tangga, yang selanjunya akan mendukung tugas pokok TNI- AD, Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) harus dihindari,
dengan cara :Hubungan Intim, antara suami dengan isteri harus memuaskan kedua belah fihak, adanya waktu luang, untuk melepas rindu dan kasih sayang dengan suam/isteri dan keluarga, keuangan/ ekonomi, harus di manage (diatur) dengan tepat, baik, dan benar sehingga tidak menjadi minus dihadapkan dengan penghasilan /gaji tiap bulan, menerima apa adanya kekurangan masing- masing baik suami maupun isteri, masing- masing harus berpikir isterinyalah atau suaminyalah yang terbaik, karena itu sudah menjadi pilihan anda, yang penting dalam Rumah Tangga/ keluarga bersangkutan ada dan tumbuh rasa cinta kasih, karena cinta kasih itu sesungguhnya inti kebahagiaan dan keutuhan Rumah Tangga itu. (iwp/ks.duklahta/1811).

LOYALITAS DIKAITKAN DENGAN PROFESIONALISME





Para anggota/ Personil Infolahtadam IX/ Udayana mendapatkan ceramah Pembinaan Mental di Ruang mesim komputer, dengan topik "LOYALITAS DIKAITKAN DENGAN PROFESIONALISME", Sebagai penceramah adalah Mayor Caj Drs. I Wayan Suka Ardhanayasa (Kasi Bina Talid Bintaldam IX/ Udayana), pada Selasa (19/10).
Dalam ceramahnya Mayor Wayan Suka Ardhanayasa dan dihadiri pula oleh Ka InfolahtadamIX/ Udayana, pada dasarnya Pembinaan Mental dibagi menjadi tiga :Pertama, Pembinaan Mental Rohani, ini menyangkut hubungan Manusia dengan Tuhan sesuai dengan Agama yang dianut masing- masing, dan di dalam agama- agama tersebut ada ajaran keimana, Islam desebut Rukun Iman, Hindu Panca Sraddha, demikian juga kristen, Buddha masing- masing memiliki ajaran keimanan, yang merupakan landasan dari agama- agama tersebut, dan kita sebagai penganutnya wajib mengerti, memahami, dan melaksanakannya dengan benar dalam kehidupan sehari- hari, serta tidak salah tafsir yang akan mengarah kepada prilaku yang ekstrim, karena semua prilaku ekstrim baik ekstrim kiri maupun ekstrim kanan sama sangat berbahayanya dalam kehidupang ber Bangsa dan ber Negara dalam Negara yang bhineka ini. Peribadatan, kita sebagai penganut Agama sudah tentu memiliki tempat peribadatan, sebagai makhluk religius sudah tentu beribadah sesuai petunjuk Agama masing- masing. Dalam kenyataanya kita lihat dalam kehidupan sehari- hari ada Orang yang luar biasa rajinnya beribadat tetapi dalam hubungan antar manusia dan lingkungannya banyak yang mengecewakan Masyarakat maupun orang lain, menganggap diri paling benar, menyepelekan yang lain dan sampai menapsirkan ajaran agama orang lain sesuai dengan tafsirannya sendiri tanpa mengetahui secara pasti dasarnya sudah menyimpulkan, nah prilaku- prilaku inilah yang akan meretakan hubungan antar manusia. Padahal agama adalah Suci, menuntun manusia kearah kejujuran, kebenaran, keadilan, belaskasihan,cinta kasih, bermuka manis tidak sadis, dan menyelamatkan jagad raya ini beserta isinya. jadi sebagai manusia religius taat beribadah harus direalisasikan dalam prilaku hubungan antar manusia dan lingkungan. Akhlak Moral, setiap orang dalam kehidupan bermasyarakat, ber Bangsa dan ber Negara harus memiliki akhlak moral yang baik dan benar dan mampu menjadi panutan , apabila dikaitkan dengan kehidupan dalam dinas maupun diluar dinas, tidak melakukan pelanggaran- pelanggaran tidak menentang norma- norma adat kesopanan dan aturan- aturan dinas, dengan demikian kita disebut memiliki akhlak moral yang baik, dan dengan demikian kemanapun, dimanapun kita berada pasti kita akan senang dan selamat. Kedua, Pembinaan Mental Idiologi, Sebagai warga Negara kita diikat oleh idiologi Negara yaitu Pancasila dan Undang- Undang Dasar 1945, dalam kehidupan TNI dijabarkan menjadi Sapta Marga, Sumpah Prajurit, Delapan Walib TNI dan lain- lain, dan ini harus kita laksanakan dalam kehdupan sehari- hari, sehingga kesetiaan dan tetap tegaknya NKRI tetap terjaga. Ketiga, Pembinaan Mental Kejuangan, Untuk mewujudkan ini setiap 0rang harus memiliki :Etos kerja, artinya aturan- aturan setiap kita akan melakukan tindakan atau pekerjaan, dalam kaitannya dengan kejuangan, apa yang menjadi tujuan perjuangan, tersebut dalam hal ini adalah mempertahankan Negara ini, dan mengisinya agar terwujud tujuan Negara dan kita menjadi bagian didalamnya.Keperwiraan,semua orang harus memiliki jiwa Keperwiraan, karena perwira disini artinya jujur, benar, berkeadilan, setia, pantang menyerah dan loyalitas, apabila ini benar- benar dilaksanakan dalam kehidupan sehari- hari kita akan memiliki mental kejuangan yang mantap. Militansi, artinya militansi yang sesuai dengan aturan, tidak asal berbuat atau bertindak. Militansi dikaitkan dengan mental Kejuangan mengandung keuletan, ketangguhan, pantang menyerah, dan patriotisme.
Kita sebagai aparat Pemerintah juga bermasyarakat, didalam dinas dituntut loyalitas, baik keatas, kebawah, dan kesamping. Loyalitas ini adalah ketanggap segeraan terhadadap penyelesaian tugas dan tanggungjawab yang dibebankan Satuan atau atasan, disinilah kita dituntut profesionalisme kita masing- masing dalam menyelesaikan tugas dan tanggungjawab tersebut. Profesionalisme berarti kita harus memiliki keahlian (ekspertisi), tanggungjawab (responsibility), kerja sama dengan yang lainnya /hubungan Staf dan Komando (korporasi). Demikian juga dalam kehidupan di Masyarakat kita harus loyal tidak menjadi pendongkel, kita harus mampu menjadi panutan yang baik dengan sesama dan lingkungan, karena citra baik atau buruk di dalam bermasyarakat, akan bisa mempengaruhi Satuan.
Akhirnya untuk menjadi loyal dan profesionalisme kita harus memiliki :kemampuan (abillity), yang di dalamnya terdiri dari :sikap mental (attitude), pengetahuan (knowladge), dan keahlian (skill). (iwp/ks.duklahta/1910).

LATIHAN WEB SITE DESIGN (BAG.2)




Para operator Infolahta dan, Pendam IX/Udayana, melaksanakan Latihan Web Site Design lanjutan (bag.2) jumlah peserta 10 orang, sebagai pemberi latihan adalah Bapak Made Suiadnyana,S.Kom, pada hari selasa- rabu (13- 14/7).
Latihan pada saat ini adalah, "Mendesign Template Sebuah Web", Sofware yang digunakan adalah :Photo shop (mendesign grafik, dan photo), Dreamweaver(mendesign layout atau tata letak, halaman web), dan swish (membuat animasi).
Untuk mendesign tampilan photo, kita dapat menggunakan photo shop. Pertama- tama kita tentukan dulu ukuran tampilan photo misalnya: 900x 200 dengan resolusi 75. Kemudian kita edit photo yang kita kehendaki, bisa juga ditambahkan teks (tulisan), selanjutnya kita simpan.
Langkah selanjutnya kita buat animasi menggunakan Swish, baik gambar/ photo ataupun tulisan dan bisa kita bikin animasi sesuai dengan keinginan kita, setelah selesai kita simpan.
Selanjutnya kita buka dreamweaver, tentukan jumlah baris dan kolom yang kita kehendaki, disini kita masukkan photo, tulisan yang telah kita buat tadi, begitu juga animasi yang telah kita simpan di dalam template tadi. Untuk selanjutnya link masing- masing pokok judul, yang sebelumnya harus kita buat template masing- masing halaman misalnya: Profile, visi dan misi, santiaji dan lain- lain, setelah itu baru kita bisa menghubungkan link kebagian masing- masing, setelah selesai kita simpan, dan dapat kita melihat hasilnya dengan menekan tombol F12. (iwp/ks.duklahta/13-1407).

ACARA CORPS RAPOR PELEPASAN Kapten Chb. MS. Hermawan, S. Kom SEBAGAI ANGGOTA ORGANIK INFOLAHTADAM IX/ UDAYANA





Berdasarkan Surat Perintah Kepala infolahtadam IX/ Udayana No. :Sprin/ 45/VII/ 2010, tanggal 4 Agustus 2010, Bapak Letnan Kolonel Caj. Benny Y. Pasaka, S. Ap, M. Sc (Kepala Infolahtadam IX/ Udayana), dalam acara corps rapor diruang komputer Infolahtadam IX/ Udayana, melepas Kapten Chb MS. Hermawan, S. Kom sebagai anggota organik Infolahtadam IX/ Udayana, dan pindah keKesatuan baru sebagai Ka Tuud Sandidam IX/ Udayana, Rabu (4/8).
Kepala Infolahtadam IX/ Udayana dalam amanatnya menyatakan, tidak pernah menghendaki Kapten Hermawan pindah dari Infolahtadam IX/ Udayana, karena personil tersebut sangat diperlukan sebagai kader masa depan satuan Infolahta, berdasarkan latar belakang ilmu yang dimilikinya yaitu sarjana komputer, ini sangat diperlukan untuk mengawaki bidang ke Infolahtaan. Namun untuk kepentingan yang lebih besar atau yang lain, dan ada perintah dari satuan atas terhadap personil yang bersangkutan kami harus rela melepasnya. Semoga Kapten Hermawan ditempat tugas yang baru sebagai Katuud Sandidam IX/ Udayana dapat lebih meningkatkan tugas dan pengabdiannya kepada Bangsa dan Negara yang kita miliki ini, dan bersamaan itu pula diserahkan piagam penghargaan dari Kepala Infolahtadam IX/ Udayana kepada Kapten Hermawan.
Akhir acara semua anggota Infolahtadam IX/ Udayana mengucapkan selamat kepada Kapten Hermawan. (iwp/ks.duklahta/0408).
Semoga kita semua sukses dan selalu selamat.

ACARA TRADISI PINDAH SATUAN ANGGOTA INFOLAHTADAM IX/ UDAYANA




Mayor Infanteri Agus Sugiarto, Kasi Sisfo Bin Kuat Infolahtadam IX/ udayana, berdasarkan Surat Perintah Kepala Infolahtadam IX/ Udayana No. :Sprin/43/ VII/ 2010, tanggal 28 juli 2010, dipindahkan dari Infolahtadam IX/ Udayana ke Rindam V/ Brawijaya, dengan jabatan baru sebagai Kasi Mindik Kodam V/ Brawijaya, terhitung mulai tanggal 1 juli 2010. Acara korps rapor atau acara tradisi pindah satuan tersebut dilaksanakan di ruang komputer Infolahtadam IX/ Udayana, dihadiri semua anggota Infolahtadam IX/ Udayana, dan dipimpin oleh kepala Infolahtadam IX/ udayana, pada kamis (29/7).
Dalam acara tersebut Bapak Letnan Kolonel Caj. Benny Y. Pasaka, S. Ap, M.Sc (Kepala Infolahtadam IX/ Udayana), menyampaikan pengarahan dalam bentuk kesan dan pesan, perpindahan tugas ke kesatuan baru sebenarnya bukan karena permintaan personil yang bersangkutan tetapi perpindahan ini terjadi karena kebutuhan organisasi dan di rindam V/ brawijaya kebetulan ada jabatan kosong yang bisa ditempati Mayor Agus, yang selama ini sudah 7 tahun bertugas di Kodam IX/ Undayana, sudah tentu banyak pengalaman yang dapat dipetik manfaatnya untuk melanjutkan tugas dan pengabdiannya kepada Bangsa dan Negara, karena makin banyak pengalaman adalah makin banyak ilmu yang kita miliki, dan ilmu itu akan mempermudah hidup kita serta merupakan kekayaan bagi yang memilikinya.
Selanjutnya Kepala Infolahtadam IX/ Udayana berpesan, bila kita masuk di Kesatuan baru jangan sampai mempersulit Kesatuan baru tersebut, justru kita harus mampu memberi kuntribusi positif kepada Kesatuan baru tersebut, sehingga kehadiran diri kita dikesatuan baru tersebut dihargai dan dipentingkan, ini berlaku pula bagi semua anggota Infolahtadam IX/ Udayana, jangan sudah bertahun- tahun bertugas tidak dapat melaksanakan tugas dengan benar, oleh karena itu kita harus mau tahu dan menjadi tahu. Akhirnya Kepala Infolahtadam IX/ Udayana menyampaikan ucapan selamat bertugas di Kesatuan yang baru kepada Mayor Agus, sampaikan salam kami kepada keluarga dan isteri, "Semoga selamat sampai di tempat tujuan", bersamaan itu diserahkan juga piagam penghargaan dari Kepala Infolahtadam IX/ Udayana. Akhirnya Mayor Infanteri Agus Sugiarto, mendapat ucapan Selamat dari semua anggota Infolahtadam IX/ Udayana. (iwp/ks.duklahta/2907).
"Selamat jalan Mayor Agus".

PELATIHAN IT SATUAN LUAR MAKODAM YANG ADA DI BALI (BAG.II)








Diruangan wartawan Pendam IX/ Udayana, dilaksanakan Pelatihan IT untuk satuan- satuan luar Makodam IX/ Udayana yang ada di Bali oleh Infolahtadam IX/ udayana ( kamis 3/6), jumlah peserta latihan 19 0rang, latihan ini merupakan lanjutan latihan pertama, dalam latihan ini dengan materi :Penggunaan google blog, posting gambar, posting video, dan pengisian blog. Sebagai pemberi latihan diantaranya :Pns. Benyamin Sentosa, Serka I Made Mulyawan, dan Sertu Agung Arthamana.
dalam penggunaan google blog, kita masuk dulu ke blogspot. com, lalu masuk ke akun blog disana akan diminta alamat e-mail dan passward selanjutnya akan muncul akun blog yang bersangkutan, lalu klik entri baru dan blog diisi topik dan penjelasan yang ditulis dalam judul entri baru tersebut. Untuk posting gambar hanya mengklik insert image yang tersedia dalam tool bar dan ikuti petunjuk selanjutnya dari komputer. sedangkan untuk memasukkan Video tinggal mengklik insert video yang ada dalam tool bar dan ikuti petunjuk selanjutnya dari komputer.
Setelah gambar dan video muncul didalam entri baru agar disimpan dengan mengklik simpan atau save, lalu dibaca ulang entri baru tersebut dan yang salah dibetulkan atau diperbaiki. Akhirnya klik posting atau terbitkan entri, kemudian klik lihat blog, bila yang baru diposting muncul berarti kita telah berhasil menerbitkan entri baru tersebut.
akhirnya pelatihan IT lanjutan ini dapat berjalan dengan lancar, sebagian besar peserta latihan dapat melaksanakan tugasnya dengan baik dan lancar. Pukul 11.00 wita, pelatihan selesai dan akan dilanjutkan dengan latihan berikutnya sesuai dengan jadwal. (iwp/ks.duklahta/0306).